Aku bahagia, sangat bahagia karena telah memilikimu. Kaulah duniaku, mimpi indahku, dan ya kaulah hidupku. Tetapi, sekarang lubang hitam yang selama ini aku hindari semakin tampak dan membesar. Aku sangat tak percaya saat kau mengatakan “Maafkan aku, Peter. Kurasa hubungan kita cukup sampai disni. Mungkin kau akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintaimu, yang akan menemanimu sampai benar-benar kematian yan g akan memisahkan kalian.”
“Apa kau sudah tak mencintaiku lagi, Jane? Apa kau sudah memiliki pria lain? Siapa dia?”
“Tidak, Peter. Tak akan ada seorangpun yang dapat menggantikan posisimu dihatiku dan hidupku. Perlu kau tahu, Peter. Aku mencintamu, sangat mencintaimu. Terima kasih untuk semuanya. Karena hadirmu membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Berada disampingmu membuat hidupku menjadi lebih berarti.bila kita ditakdirkan untuk kembali bersama, cintalah yang akan membawa ku kembali padamu. Maafkan aku, Peter.”
Dan kaupun berlari, hilang dari hadapanku. Berlari meninggalkanku di tengah kegelapan itu. Meninggalkanku di tempat pertama kali kita bertemu. Apakah ini akan menjadi tempat terakhir kita untuk bertemu? Aku harap tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar